Tuesday, July 4, 2017

Ke Puncak Bogor lewat jalur alternatif Bekasi - Narogong - Sentul, Bahaya!.

puncak lewat jalur alternatif Bekasi - Narogong - Citeurep

Beberapa hari yang lalu setelah lebaran saya berlibur ke puncak dengan menggunakan sepeda motor.

Sumpah ini acara dadakan yang tadinya mau ke mekarsari malah jadi lanjut ke puncak dan cipanas.

Dengan mengunakan sepeda motor dan bantuan google Maps saya, istri anak dan adik saya melewati  jalan siliwangi Bekasi, dan narogong, cileungsi  yang akan lanjut ke gunung putri, citeurep dan Sentul.

Sebenarnaya belum pernah ke puncak lewat Bekasi, namun rasa penasaran yang bikin nekad lewat sana, ya berbekal Cuma tanya sana sini dan bantuan google maps.

puncak lewat jalur alternatif Bekasi - Narogong - Citeurep

Perjalanan dari Bekasi ke gunung putri relative aman dan jalan bagus, hanya beberapa saja yang masih di cor dan sedikit berlubang.

Dan pas di daerah Sentul yang mulai agak rusak sedikit karena memotong jalan lewat perumahan untuk menuju jalur alternative.

Perjalanan nanjak dan berkelok setelah  melewati Sentul pun kami lalui, dengan kecepatan sedang, karena menanjak dan jalurnya agak sepi, Cuma papasan dengan beberapa mobil dan angkot, sisanya motor satu dua..

puncak lewat jalur alternatif Bekasi - Narogong - Citeurep


Betul  betul sepi…

Cuma yang agak menggangu adalah adanya pak ogah bisa di bilang sedikit nakal sih, karena motor juga di brentiin, dengan alasan  mereka “bertanya mau kemana pak?.” Dan di tangan kiri mereka saya liat lembaran uang ribuan yang sudah di rapikan..

Memang mereka memberi tahu arah jalannya, tapi mereka memaksa supaya kita  berhenti.

Tidak hanya satu tapi lebih dari lima kelompok pemuda yang nongkrong di beberapa jalan dan ada kotak seperti amal dan mereka seperti minta – minta, ada juga sekelompok anak-anak yang ikutan minta-minta.
puncak lewat jalur alternatif Bekasi - Narogong - Citeurep


Sebenarnya tidak apa-apa sih hanya sedikit menggangu saja…

Tapi kayaknya kalau jalan sendirian agak kurang aman (feeling saja sih) apalagi kalau malam hari.. paling enak rombongan konvoi.

Trus yang lebih  kaget lagi ada beberapa anak kecil dan  ibu –ibu yang berteriak , “awas ga bisa lewat…”

Saya dengar itu tapi sudah kami ga gubris.. ah paling modus lagi pikir saya.

Emang setelahnya jalannya agak terjal , tapi kalo pake motor  mah masih bisa nanjak walau agak meleset-meleset dikit.
tapi kalo cuaca pas ujan ga kebayang deh bisa apa gak.

Sepertinya ada orang emang sengaja menakut-nakuti, Modus kayaknya…  ga tau motifnya apa ga jelas juga.

Setelah melewati  jalan terjal  terakhir dan menanjak sedikit ada tulisan di petigaan, “Keluar jalan Raya” lega rasanya akhirnya masuk ke jalan Raya puncak dan sudah gadok ternyata sudah lewat..

tapi kayaknya kapok lewat situ lagi... berbahaya menurut saya karena jalannya sangat sepi bisa saja rawan kejahatan (tapi ini menurut saya lo).






Just info:
Jadwal buka tutup bisa di lihat di sini: http://ntmcpolri.info/home/jadwal-buka-tutup-jalur-puncak-4/
beberapa orang di web itu  komen kalo jadwalnya  kurang akurat, tapi bisa jadi patokan aja sih.


EmoticonEmoticon