Dapoer Kite [DK] - Cafe Ala Kaki Lima

Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima

Gajiann...  Gajiannn...

Ayo makan...   makan...

Biasalah deh kalau rekening tabungan udah ke isi , bawaannya pengen jajan aja, ngajak anak istri makan di luar gitu deh.

Dan di saat seperti ini kalau lagi pingin jajan tapi tetap irit sasaran saya adalah dapur kite. yang lokasinya di jalan teratai putih raya perumnas klender.

Orang-orang sih lebih suka menyebutnya "DK", karena lebih terasa simpel.

Ini menjadi lokasi favorit, sebab selain dekat rumah juga harganya termasuk murah. Jam bukanya mulai dari jam 11 siang hingga jam 11 malam, tetapi waktu yang paling enak itu di sore hari atau setelah magrib kalau kesini.

ya... suasana cafenya bisa kerasa.




Tempat yang agak terbuka membuat asap rokok yang mengepul dari beberapa pengunjung yang merokok bisa bergerak bebas ke udara. jadi enggak terlalu terganggu dengan bau asap rokok.

Karena hari ini saya sedang tidak ingin membuat tulisan terlalu panjang, kamu-kamu bisa liat gambarnya aja ya?

waktu ini yang kami pesan

Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima - spagetty bolognaise


Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima


Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima - combo snack


Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima - nasi goreng

Gimana?

Bikin laper ya?

Sengaja emang biar pada ngilerrr....  😀

Kalau mau lebih jelas ini nih liat gambar menunya aja. kalau di kira saya bo'ong kalau di sini ini makanannya termasuk murah harganya.


Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima - makanan


Dapoer Kite - Cafe Ala Kaki Lima -  minuman

Basanya sih saya ngajak anak istri plus adik ipar.  Snack combo sudah menjadi menu cemilan wajib di meja, dan yang di sukai si kecil di sini adalah kraby patty (burger ala spogebob). karena mirip kraby patty jadi anak saya sebutnya begitu.

Soal rasa,  yah... namanya juga cafe kaki lima standard lah sesuai sama harga. Jangan terlalu berharap persis kaya mcd atau kfc. tapi ya boleh di bilang mirip sih.

Prinsipnya sih kalu kesini yang penting perut kenyang dan dompet selamat

Gitu aja.

Post a Comment

8 Comments

  1. Sebelum shalat jum'at baca ini, sebelum makan siang juga
    bikin ngiler mas wibowo

    eh baru sadar template kita sama mas pake N-light juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha..ha.. jadi makin laper ya?

      iya saya juga perhatiin blog mas adi template kita ternyata sama. :)



      Delete
  2. Mata saya fokus pada kalimat pertama. Gajian. Kebetulan saya juga dapat email promosi dari BukaLapak. Gajian.

    Memangnya orang-orang gajian pada tanggal segini ya?

    #Pertanyaan polos plus salah fokus =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha..ha ha..

      emang bu guru gajiannya Tanggal berapa?

      kebanyakan sih yang saya alami dari beberapa tempat kerja yang pernah saya masuki, ya tanggal 25 gajiannya.

      Delete
    2. asik bener tuh dapet promo gajian dari buka lapak

      Delete
  3. Mas Kata " Kite " itu adalah bahasa di daerah saya, jangan2 pemiliknya berasal dari OKU, coba tanya dech....

    * Kite ( Kita ) .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi kang,
      tapi betawi juga pakai kata "Kite" untuk mmenggantikan kita, karena kalau di telusuri bahasa betawi itu terdiri dari beberapa logat dan pengucapan, tergantung wilayah pesisir atau tengah.

      kalau di daerah kemayoran dan sekitarnya pakai "kite", "gue", "iye", "kenape".

      tapi bergeser sedikit kearah bekasi kata berubah jadi "kita", "gua", "iya", "kenapa".

      bahkan "kenapa" bisa berubah jadi "ngapa".

      ya itu sekedar contoh aja sih. dan setahu saya aja, tapi enggak menutup kemungkinan di beberapa wilayah juga pakai "iye", "kite".

      sebab kawan saya daerah tebet pakai kata "Iye" sebagai penganti "iya".

      dan daerah kembangan jakarta barat pakai "iya".

      apa dulu kata "kite" di serap dari daerah kang nata melalui migrasi suku-suku.

      who knows?

      tapi nanti iseng saya tanya deh yang punya itu orang mana. jadi penasaran juga

      Delete
    2. wah terima kasih penjelasannya mas, cukup membuat saya tambah jelas, heheh

      Delete