Pasar Prumnas Klender Saat Ramadan dan Wabah Corona

Pasar Prumnas Klender Saat Ramadan dan wabah Corona

Ditengah wabah covid-19 ini tak dapat yang banyak saya lakukan, selain berdiam diri dirumah dan bekerja dari rumah atau istilah kerennya WFH, entah itu sebetulnya di sebut kerja atau bukan yang jelas semenjak kerja dari rumah berat badan saya jadi naik 3 kilo.

Sebab mulut ini  juga sibuk ikut kerja. Gak brenti-brentinya ngunyah, dan kalau sudah cape ngunyah mata jadi sulit dibuka, efek parahnya bisa tiba-tiba gak sadarkan diri, masuk alam mimpi. hehehe...

Hal utama dan yang rutin bisa di lakuin cuma pergi cari makanan, ke ATM sama ke toko obat, 3 hal itu yang jadi porioritas kalau keluar rumah, tentu aja dengan selalu pake masker dan sarung tangan. Biar aman.

Baca Juga : Blusukan di Pasar, Bikin Laper dan Baper 

Pagi tadi saya nemenin kumendan batalyon (alias istri) pergi kepasar. Seperti biasa saya jadi tukang ojek aja, nunggu di pinggir jalan sambil mengawasi beliau dari kejauhan.

Kumendan itu kalau belanja lumayan gesit, baru sebentar aja cantelan motor udah enggak muat sama kantong plastik belanjaan. Dalam sekejap uang 300 ribu rupiah pun berpindah. Harga-harga emang agak menggila. Apalagi ini bulan puasa.

Pasar Prumnas Klender Saat Ramadan dan wabah Corona

Suasananya juga enggak begitu sesak, cuma sesekali pemotor lewat diselingi para emak-emak bermasker yang sibuk sama tentengan dan bermata tajam.

Emang kayaknya agak sepi sih pasarnya, apalagi anjuran pemerintah buat jaga jarak.

Ondel-ondel Tetap Beraksi


Pasar Prumnas Klender Saat Ramadan dan wabah Corona

Jaga jarak dan wabah corona bukan halangan bagi pejuang receh, Sendiri tanpa musik dan rombongan. Babang ondel-ondel mengais pundi-pundi receh dari kantong para emak-emak yang lagi gerah menawar.

Sesekali satria bergitar pun lewat, tak mau ketinggalan jatah.

Pasar yang lokasinya di dekat terminal Bus Klender ini emang jadi tempat yang strategis bagi para pengumpul uang koin. bisa ada puluhan mungkin belasan pengamen yang wara-wiri. Belum termasuk barisan para pengemis.

Pasar Prumnas Klender Saat Ramadan dan wabah Corona

Sejenak saya larut sama suasana pasar, lewat satu jam pun kumendan mengambil perintah untuk segera balik kanan. Motor sudah full, dan harus segera pulang. Kalau tidak makin banyak rupiah yang akan dibelanjakan.

Salam pasar... 😁

Related Posts

2 comments

  1. di daerah saya masih aman gan... aktivitas masih lancar aja.. saya di daerah kabupaten batu bara-medan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap kalau masih aman, kalau di jakarta mesti hati-hati banget kalau keluar rumah.

      Delete

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter